Museum Ullen Sentalu, DI Yogyakarta

Alamat: Jl Boyong Kaliurang, Sleman Yogyakarta, No. Tlp: 0274 – 95161

Museum ini terletak di kaliurang atas (sebutan warga jogja untuk kaliurang yang terletak di utara ringroad) dekat gereja kristen yang berbentuk seperti rumah jawa. Nama museum ini terdengar bagus dan unik yang sebenarnya merupakan singkatan dari ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku — artinya “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan” (karena lupa2 inget ama artinya, akhirnya ngambil sumber wikipedia).

Berbeda dari semua museum yang ada di Jogja, Museum ini memberlakukan larangan mengambil gambar (foto) di dalam museum. Larangan ini dimaksudkan untuk menjaga orisinilitas dari museum ini (katanya sih). Museum ini sepertinya dibuat dibawah tanah untuk menjaga kelembaban dan ke asrian tempatnya. Kalau mengunjungi museum ini akan ada guide yang menjelaskan sepanjang perjalanan dari satu ruangan ke ruangan lain (banyak banget ruangannya –> klo mau tau, ada di website ullensentalu.com). Guide nya pasti akan menjelaskan arti nama museum, asal usul berdiri dan sejarah setiap ruangan beserta isinya. Di museum ini, kita pasti dan harus dipandu oleh seorang guide. Jadi, berasa banget wisatanya.

Ullen_Sentalu1(Me and Loket.. Tiket Masuk udah Ditangan.. Yess)

Museum ini buka dari hari selasa – minggu jam 9.00 – 15.30 dan waktu itu saya masuk dengan membayar Rp 25.000,00 tapi karena ada KTM jadi di beri diskon mahasiswa lagi.. Senang nyaa… hehehe…

Saat itu saya datang jam 3 kurang, jadi udah mepet banget mau tutup tapi tetap boleh masuk. Aq kesana bawa teman dari Bontang yang main ke Jogja, si Abang (nama aslinya Alfian, tp udh g bs panggil nama :D). Selain abang, ada temennya juga tapi lupa namanya. hehehe.. Disana kami bersama rombongan wisatawan dari luar negeri dan dari bandung yang ramah.

Yang paling melekat di museum ini adalah cerita sultan, pakualam dan para istrinya. Selain itu, yang seru itu ada lukisan yang matanya seperti mengikuti kita dan ujung sepatu yang bergerak, karena lukisan itu dibuat tiga dimensi. Hebat ya lukisan dari jaman dulu ini. ^o^

Wisata budaya seperti ini memang memikat. Apalagi kalau melihat surat-surat yang ditulis oleh para sultan dan kerabat nya untuk berkabar-kabaran dengan kekasih atau keluarga, bahasa yang dipakai sangat indah. Trus, yang buat aku pengen banget foto (tp ga boleh) tu corak batik yang bagus banget dan ga pernah aku liat sebelumnya. Corak batik yang ditunjukkan ada bermacam2 arti dan kegunaan. Ada batik untuk yang menikah, untuk yang hamil, melahirkan, dsb.

Setelah liat2 isi museum, kita berhenti di suatu ruangan seperti pendopo untuk minum minuman khas museum yang katanya ramuan awet muda. Kalau saya rasa-rasa seperti jahe dan kayu manis. Segar dan hangat.. Srruupptt… Setelah minum, kami menuju pintu keluar dan jalan keluarnya sangat asri dan cocok banget buat foto-foto, bisa lama-lama buat foto-foto aja nie. Jadi, walau didalam museum ga boleh foto-foto, tp tetap harus bawa kamera yaa buat foto2 di jalan keluar.. ^o^

Ullen_Sentalu2(Me and gerbang exit.. Hahaha.. Norak.. ^_^)

Intinya, Museum ini sangat menarik dan cocok dijadikan salah satu objek wisata yang wajib di datangi. Mungkin yang agak kurang hanya tempat parkir yang agak sempit kalau sedang rame atau musim liburan.

Nb: Klo slogan saya, “Mau kemana aja, asal hati bahagia dan bersama orang yang di sayang (keluarga, teman, suami, istri, atau pacar), Pasti akan menjadi lebih menyenangkan” Jadi, jangan takut untuk mencoba tempat baru ya.. ^^

Salam,
Queen Bee (2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s